text

GRAFIKA STUDIO menerima pengerjaan Desain Grafis dan Multimedia -- WE PRODUCTS : GRAPHIC DESIGN (Annual Report, Brochure, Banner, Cataloque, Flyer, Invitation, Visiting Card, Cover Design, Post Card, Internal Bulletin, Poster, Calender, Picture Post Card, Souvenir, Flag Line, Neon Box & Neon Sign, Packaging Design, PopUp Stand, Merchandise, Logo & Corporate Identity, Etc). MULTIMEDIA (Animation Screen, Interactive Multimedia, Digital Studio & Video Effect, Video Shooting, Layer Touch Screen, Web Design, Portfolio Interactive, Sound Effect, Etc)

cursor

Sabtu, 02 November 2013

Kemampuan “Wajib” Desain Grafis


Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object. Dunia desain erat kaitannya dengan konsumen, bukan berarti konsumen ini adalah pembeli… bukan, melainkan orang yang akan melihat desain yang akan dibuat. Karena adanya pendesain dan konsumen maka harus ada korelasi yang saling terhubung antara keduanya yaitu sebuah media yang digunakan sebagai bentuk komunikasi berbentuk visual. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang Desainer dan dalam berkomunikasi secara visual sudah seharusnya memiliki minimal 7 ( tujuh ) Dimensi Keilmuan yang paling berpengaruh, yaitu :


Wawasan Teknologi

Wawasan teknologi akan mempengaruhi cara berpikir dan hasil karya desain yang dibuat nantinya. Cakupan pengetahuan akan memperkaya proses kreatif desain dan pengembangan ide. Dengan adanya wawasan teknologi ini seorang desainer dapat melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan mudah.

Ambil contoh dengan mengetahui fungsi email maka proyek desain atau proses pemesanan jasa dapat dilakukan melalui email, tanpa harus menunggu menggunakan telepon yang mempunyai budget tinggi dan kurang terperinci. Karena semua hal yang ada, seperti briefing dan segala kontak dapat dilakukan melalui email dan mesenger. Memang pada akhirnya akan ada “kopi darat” atau pertemuan untuk pembahasan desain lebih lanjut.

Anda Contoh kasus lagi pada teknologi cetak. Jika seorang desainer tidak tahu teknologi printer yang digunakan dalam mencetak hasil karyanya makan akan sangat mengganggu.  Loh, kok bisa.  Pada kasus jika untuk mencetak foto akan disodori jenis kertas misalnya ;
  1. Doff/Matte paper 
  2. Glossy 
  3. Metallic 
  4. Metallic+laminating

Maka kalau kita tahu hal ini, kita akan tahu hasil cetaknya sejauh mana. Bagus tidaknya hasil cetak atau cocok atau tidaknya dengan hasil karya yang akan dicetak.

Wawasan teknologi ini sejauh mana dibatasi? Tidak terbatas.  Maksudnya tidak dibatasi adalah jika kita tahu segala informasi tentang teknologi maka akan semakin bagus. Pengetahuan dan informasi akan memperkaya hasil desain dan mempengaruhi karya yang dibuat. Namun jika semua teknologi ini dipelajari, yang ada malah kita tidak fokus. Lantas bagaimana? Ya sebaiknya Anda menentukan dulu sebagai desainer apa Anda akan dikenal. Lihat pekerjaan yang bisa diatasi oleh seorang desainer.
  1. Advertising (Desain  untuk periklanan) 
  2. Software Design (Desain untuk user interface software) 
  3. Web Design (Desain tampilan website) 
  4. Movie Production (Desain movie title, motion graphic)
  5. Animation (Design animator, Character design, Illustrator design)
  6. Music Visualizer (Visual jokey, Video maker) 
  7. Game Design (Desain tampilan game,  Desain karakter, environment) 
  8. Printing Industry (Manajemen produksi, packaging) 
  9. Editorial Design (Layout koran, desain majalah) 
  10. Book Design (Desain buku) 
  11. Information Design (Desain peta, sign system) 
  12. Interactive Design (Desain aplikasi ATM, skenario interaksi user) 
  13. Branding Company (Logo, identitas, brand developer) 
  14. Type Design (Desain huruf, eksperimen tipografi) 
  15. dll 
  
Nah, jika sudah menentukan pekerjaannya, maka akan mudah menelisik apa saja yang nantinya akan dibutuhkan, bukan? Ambil contoh sebagai advertising maka teknologi yang wajib Anda pelajari adalah
  1. Teknologi Percetakan (sablon, printer, kertas, tinta, dan lain sebagainya) 
  2. Teknologi Komputer (hardware, monitor, cpu, stylus drawing. Digunakan untuk melihat kecepatan dan kemampuan komputer menangani pekerjaan periklanan) 
  3. Teknologi Gambar
Teknik cetak akan mempengaruhi penggunaan teknologi bidang cetak. Teknik cetak konvensional antara lain :
1.       Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print.
2.       Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point, etsa, mizotint,sugartint.
3.       Sablon ( silk screen ). Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.


Wawasan Sains

Sains digunakan untuk perhitungan matematis saat proses percetakan, pembuatan objek yang membutuhkan ukuran, mindset karya desain bertema sains.  Namun hasil dari pendekatan sains ini tidak banyak dijumpai pada karya desain.  Hal ini dikarenakan tema sains adalah kebutuhan khusus dengan kalangan yang terbatas.


Wawasan Seni

Wawasan seni akan mempengaruhi langsung pada proses pembuatan desain.  Dalam seni ada yang dinamakan sense of art, atau cita rasa seni dalam menilai sebuah karya desain, bagus tidaknya sebuah karya desain. Nah, sense of art dapat diperoleh dengan mempelajari cakupan seni itu sendiri seperti sejarah, orang berpengaruh, tata rupa dan keilmuan dasar tentang seni lainnya.  Desain adalah bagian dari keilmuan seni rupa, jadi seni itu sendiri melekat pada desain.


Wawasan Sosial Dan Budaya

Wawasan sosial akan menambah bahan yang layak diperhitungkan untuk olah karya desain. Dengan mengetahui kegiatan sosial kita akan juga mengetahui apa saja hal yang tepat untuk desain pada target konsumsi komunitas tertentu.  Semisal wawasan sosial anak muda dan gaul.  Dengan mengetahui wawasan sosial konsumen tersebut maka kita tahu desain dan tulisan yang tepat akan ditampilkan. Dengan mendekati (konten desain) bidang sosial tertentu konsep desain dan ide kreatif yang tertuang dalam media desain akan mudah diterima oleh kalangan tersebut.

Wawasan budaya budaya (sikap, mentalitas, aturan, gaya hidup) akan membantu proses kreatif desain. Budaya banyak mempengaruhi perilaku, cara berpikir, cara pandang dan persepsi seseorang.  Dalam kaitannya pembentukan komunikasi visual hal ini sangat nyata dibutuhkan.  Akan mudah berkomunikasi jika kita mamahami budaya, pada intinya dengan mengetahui budaya maka kita akan mudah menentukan langkah konsep desain.

Iklan merupakan salah satu dari pekerjaan desainer.  Iklan dan proses periklanan merupakan salah satu perwujudan kebudayaan massa.  Artinya, sebuah kebudayaan yang tidak hanya bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa, tetapi turut juga mendedahkan nilai tertentu yang terpendam di dalamnya.  Oleh karena itulah, iklan yang sehari-hari kita temukan di berbagai media massa cetak dan elektronik dapat dikatakan bersifat simbolik.  Maknanya, iklan tersebut dapat menjadi simbol sejauh imaji yang ditampilkannya membentuk dan merefleksikan nilai hakiki.


Wawasan Filsafat Dan Etika

Wawasan filsafat akan membuat hasil karya desain semakin berarti dan bermakna.  Karena dengan adanya filsafat atau nilai filosofis tertentu sebuah karya desain akan mudah mencapai kedekatan emosional dengan konsumen.

Etika juga berpengaruh, seperti di Indonesia tidak boleh mempertontonkan hal pornografi.  Hal ini adalah etika yang berkembang pada masayarakat pada daerah tertentu.  Di lain negara seperti amerika akan berbeda, disana mempertontonkan hal pornografi tidak menjadi masalah bahkan dilindungi oleh undang-undang.  Dengan adanya perbedaan etika ini, sebagai desainer wajib paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.


Kemampuan olah nirmana

Dipakai untuk membuat hasil karya grafis yang menarik dan mempunyai fungsi dan manfaat tertentu.  Nah, karena fokus nirmana adalah fungsi dan manfaat maka akan ada 2 hal utama yang wajib dipahami. Yaitu kita sebagai desainer dan konsumen, ditarik kesimpulan maka dapat diartikan sebagai komunikasi visual, baik itu verbal maupun non verbal.  Komunikasi visual sangat penting karena dengan adanya hal tersebut maka tujuan atau target konsumen akan mengerti apa yang disampaikan oleh desain yang dibuat.

Untuk berkomunikasi secara visual digunakanlah tipografi dan tanda / sign sekaligus gambar dengan illustrasi yang menimbulkan kesan yang tertentu pada benak konsumen. Kedua hal ini saling melengkapi dan mendukung satu sama lain untuk membentuk sebuah kesatuan desain.

Pengaplikasian nirmana mutlak dilakukan dalam semua bidang seni rupa dan desain.  Contohnya adalah fotografi, bidang seni ini mempunyai kemampuan melakukan eksekusi ini dengan sangat baik.   Kapabilitas fotografi yang merekam obyek setepat-tepatnya dapat kita kacaukan dengan nirmana. Tentu kita sudah biasa jika melihat langit yang jauh yang berwarna biru dan pepohonan yang dekat dengan warna hijau. Namun dengan nirmana, langit dapat kita beri warna panas (orange/ kuning) untuk menciptakan kesan objek tersebut dekat dengan kita. Dan pohon dengan warna dingin (misal biru) untuk memberi kesan objek tersebut jauh dengan kita.

Hal ini dapat kita terima karena kita memandang dari nalar bentuk. Disinilah seni dan desain dapat dinilai atas dasar kualitas artistiknya, yaitu menilai segala sesuatunya dari sisi bentuk, bukan dari hal-hal di luar bentuk (Irama Visual, 2007, hal. 160).


Software Desain Grafis

Digunakan untuk menerapkan kreasi ide grafis pada media elektronik sehingga dapat dibuat massal atau untuk kebutuhan krusial lainnya.  Dengan situasi dan kondisi tertentu, untuk membuat sebuah karya desain dibutuhkan 5 software desain grafis.  Bisa saja editing bitmap dengan adobe photoshop, olah warna bitmap dengan lightroom, objek / teks 3 dimensi dengan xara 3d, pencarian teks yang cocok dengan AMP Font Viewer, dan diolah atau ditata sekaligus dicetak menggunakan CorelDraw.

Sumber bacaan Lizard Wijanarko (www.ahlidesain.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar